Abstrak Latar Belakang Pedoman praktik klinis merekomendasikan skrining cedera serebrovaskular tumpul (BCVI) berdasarkan Kriteria Denver. BCVI biasanya diobati dengan terapi antitrombotik, yang mungkin berisiko tinggi pada pasien yang mengalami cedera otak atau tulang belakang. Di pusat kami, kami sering melakukan pencitraan tambahan pada pasien berisiko tinggi setelah skrining awal positif untuk BCVI. Penelitian kami menyelidiki seberapa sering pencitraan tindak lanjut mengubah diagnosis dan penatalaksanaan pasien yang skrining positif BCVI. Metode Sebuah studi cross-sectional terhadap semua pasien trauma yang dirawat di pusat trauma tingkat 1 dengan patah tulang belakang leher atau wajah antara Mei 2019 dan Desember 2022 dilakukan. Tinjauan grafik dilakukan untuk mengidentifikasi semua pasien yang memiliki studi skrining positif untuk BCVI. Grafik individu ditinjau untuk skrining BCVI dan modalitas dan hasil tes pencitraan tambahan, serta waktu dan rekomendasi pengobatan spesifik. Hasil Sebanyak 2668 pasien memenuhi kriteria inklusi. 1407 dari pasien ini menerima skrining BCVI, 11 dengan Magnetic Resonance Angiography (MRA) dan 1396 dengan Computed Tomography Angiography (CTA). Dari mereka yang disaring, 254 (9,5%) mempunyai temuan positif atau samar-samar, dimana 197 (77,6%) pasien menerima penelitian kedua, termasuk 2 pasien yang menerima beberapa penelitian. Studi pencitraan tambahan menghasilkan perubahan diagnosis pada 96 pasien (48,7%), termasuk 105 penelitian (53,3%) yang tidak menemukan cedera atau temuan kronis. Hasil penelitian tambahan mengubah manajemen pasien pada 64 (32,5%) kasus. Kesimpulan Dalam penelitian kami, pencitraan BCVI tindak lanjut sering mengidentifikasi temuan sumbang pada sepertiga tes skrining. Hal ini menunjukkan bahwa memulai terapi antiplatelet atau antikoagulasi berdasarkan studi skrining saja dapat mengakibatkan pengobatan berlebihan pada populasi pasien berisiko tinggi