Abstrak Kinerja layanan kesehatan digital adalah tujuan utama reformasi Visi 2030 Arab Saudi, khususnya dalam Klaster Kesehatan Timur, di mana investasi besar dalam catatan kesehatan elektronik, telemedis, dan platform lainnya memerlukan bukti dampak organisasi. Kepemimpinan transformasional dan transfer pengetahuan dipandang sebagai pendorong utama kinerja digital, namun dampak gabungan keduanya masih belum diteliti dalam sistem kesehatan Teluk yang terintegrasi. Studi ini menyelidiki apakah transfer pengetahuan memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kinerja layanan kesehatan digital di Klaster Kesehatan Timur, sekaligus memperhitungkan praktik manajemen perubahan. Survei cross-sectional kuantitatif diberikan kepada karyawan di seluruh peran klinis, manajerial, dan digital menggunakan stratified random sampling (n = 402). Instrumen skala Likert yang terdiri dari 40 item menangkap kepemimpinan transformasional, manajemen perubahan, transfer pengetahuan, dan kinerja layanan kesehatan digital. Pemodelan persamaan struktural kuadrat terkecil parsial dengan bootstrapping digunakan untuk menilai pengukuran dan model struktural serta untuk menguji mediasi. Model tersebut menjelaskan 37,7% varian dalam transfer pengetahuan (R² = 0,377) dan 62,5% varian dalam kinerja layanan kesehatan digital (R² = 0,625). Kepemimpinan transformasional dan transfer pengetahuan memiliki jalur positif yang signifikan terhadap kinerja layanan kesehatan digital, dan transfer pengetahuan secara parsial memediasi efek kepemimpinan (β tidak langsung = 0,181, p <0,001; β langsung = 0,321, p <0,001). Temuan ini memposisikan transfer pengetahuan sebagai saluran penting yang melaluinya perilaku kepemimpinan membentuk hasil digital dan menyarankan bahwa pengembangan kepemimpinan di bawah reformasi kesehatan digital Saudi harus dibarengi dengan strategi manajemen pengetahuan dalam kelompok layanan terpadu