Abstrak Latar Belakang Pandemi COVID-19 menunjukkan perlunya data surveilans rumah sakit yang multiguna dan berkelanjutan. Kami mempelajari hambatan, fasilitator, dan persyaratan yang diinginkan agar sistem surveilans penyakit menular di rumah sakit di Belanda bermanfaat dan layak dari sudut pandang rumah sakit. Metode Penelitian ini merupakan bagian dari Proyek EU4Health yang lebih besar, UNITED4Surveillance. Wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan utama dilakukan, dan selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan analitik tematik. Hasil Peserta mendiskusikan sistem pengawasan terhadap resistensi antimikroba, infeksi terkait layanan kesehatan, dan infeksi saluran pernafasan akut yang parah. Hambatan yang dirasakan dalam membangun atau mempertahankan sistem tersebut mencakup peran rumah sakit yang tidak jelas dan/atau pasif, tantangan hukum, serta sumber daya dan kapasitas yang tidak memadai. Fasilitator yang dianggap mencakup data yang relevan secara klinis dan dapat ditindaklanjuti, kolaborasi yang saling menguntungkan antar pemangku kepentingan, dan dukungan yang memadai di berbagai tingkat pengambilan keputusan dan di seluruh bidang hukum, teknis, kapasitas, dan keuangan. Kesimpulan Penelitian kualitatif ini memberikan wawasan baru mengenai hambatan dan fasilitator dalam pengawasan penyakit menular di rumah sakit Belanda dari perspektif rumah sakit sejak berakhirnya pandemi COVID-19. Pemangku kepentingan utama menguraikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan surveilans penyakit menular yang kuat dan berkelanjutan di rumah sakit di Belanda: (i) memastikan data yang relevan secara klinis dan dapat ditindaklanjuti; (ii) memperjelas peran dan tanggung jawab; dan (iii) berkolaborasi dalam inisiatif inovatif