📢 Kajian Akademik: Meneliti hubungan antara penganiayaan medis sebelumnya dan minat serta dukungan terhadap aborsi dengan obat-obatan yang dijual bebas di antara orang-orang yang melakukan aborsi tatap muka di Amerika Serikat

Kajian Akademik: Meneliti hubungan antara penganiayaan medis sebelumnya dan minat serta dukungan terhadap aborsi dengan obat-obatan yang dijual bebas di antara orang-orang yang melakukan aborsi tatap muka di Amerika Serikat

Penulis: Admin Akademik APK | 24 May 2026
Abstrak:

Abstrak Latar Belakang Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang mencari layanan aborsi berbasis fasilitas tertarik pada akses obat aborsi (MA) yang dijual bebas (OTC), hanya sedikit penelitian yang meneliti apakah orang yang pernah mengalami penganiayaan medis mendukung akses OTC. Kami menilai apakah pengalaman penganiayaan medis sebelumnya berhubungan dengan minat dan dukungan terhadap MA OTC di antara orang yang mencari layanan aborsi di Amerika Serikat (AS). Metode Kami menganalisis data survei cross-sectional dari 9 fasilitas aborsi AS dari Juni 2021 hingga Desember 2022, di antara orang-orang yang ingin melakukan aborsi secara langsung berusia ≥ 15 tahun yang bisa berbahasa Inggris atau Spanyol. Peserta menyelesaikan survei mengenai demografi, karakteristik klinis, minat/dukungan OTC MA, dan pengalaman penganiayaan medis sebelumnya serta dampaknya terhadap pencarian perawatan selanjutnya. Kami melakukan analisis regresi yang tidak disesuaikan dan disesuaikan untuk memeriksa hubungan antara riwayat penganiayaan medis (tidak ada, diabaikan dan/atau diejek oleh penyedia layanan kesehatan, dan menunda atau mengabaikan perawatan karena penganiayaan sebelumnya) dan minat serta dukungan terhadap MA OTC. 360 responden, 39% melaporkan pengalaman penganiayaan medis sebelumnya, dimana 48% (258/537) menunda perawatan dan 40% (215/537) mengabaikan perawatan karena penganiayaan. Secara keseluruhan, 72% menyatakan minatnya dan 85% mendukung OTC MA. Dalam analisis yang disesuaikan, dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat penganiayaan medis, sebagian besar peserta yang menunda atau mengabaikan perawatan (302/1,360, 22%) karena penganiayaan sebelumnya menyatakan minat pribadi terhadap (82,8%, [95% Interval Keyakinan 77,0%-88,6%] vs. 67,5% [61,4%-73,6%]) dan dukungan terhadap (93,7% [89,9%-97,5%] vs. 80,5% [74,7%-86,3%]) MA OTC. Kesimpulan Banyak pasien yang mencari layanan aborsi di AS sebelumnya pernah mengalami penganiayaan medis dan menganggap OTC MA menarik, terutama mereka yang menunda atau mengabaikan layanan kesehatan karena penganiayaan sebelumnya. Dengan memprioritaskan otonomi pasien, keagenan, efikasi diri, dan aksesibilitas, OTC MA dapat meningkatkan hasil dan kesetaraan kesehatan reproduksi, khususnya bagi mereka yang secara historis dan berulang kali dipinggirkan oleh sistem layanan kesehatan

gayam bondowoso sagu cubadak air selatan kertahayu lalowata pastatogel pastatogel unpai pastatogel harum108 harum108 harum108 kostum4d