Abstrak Latar Belakang Rehabilitasi motorik dini meningkatkan fungsi sehari-hari dan kualitas hidup anak-anak dengan palsi serebral dan gangguan koordinasi perkembangan, namun praktik berbasis bukti sering kurang dimanfaatkan dalam pengaturan klinis. Penerjemahan pengetahuan mendukung penerapan temuan penelitian ke dalam praktik klinis, namun proses penerjemahan pengetahuan dalam rehabilitasi motorik pediatrik sangat bervariasi, dan pemahaman tentang bagaimana hal tersebut dirancang atau bagaimana dokter dan perawat dilibatkan masih terbatas. Metode Mengikuti metodologi tinjauan pelingkupan, kami mengidentifikasi penelitian tentang rehabilitasi motorik untuk anak-anak dan remaja (0-21 tahun) dengan Cerebral Palsy dan/atau Gangguan Koordinasi Perkembangan yang melaporkan proses penerjemahan pengetahuan. Data yang dipetakan mencakup karakteristik penelitian, penggunaan teori penerjemahan pengetahuan, dan struktur proses penerjemahan pengetahuan. Sintesis naratif dan analisis konten digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema di seluruh studi. Hasil Tinjauan ini mencakup 17 artikel. 14 penelitian dilaporkan menggunakan teori penerjemahan pengetahuan, yang paling umum adalah kerangka Pengetahuan-untuk-Bertindak (KTA), meskipun penerapannya selektif dan tidak konsisten. Langkah-langkah penerjemahan pengetahuan diterapkan secara bervariasi dalam jumlah dan urutan, mulai dari pembuatan bukti hingga penilaian implementasinya, ukuran hasil jangka panjang sering kali tidak ada. Dokter terutama dilibatkan sebagai sumber data, menggunakan metode dan waktu yang bervariasi. Pengukuran pengetahuan dan penggunaan praktik berbasis bukti yang dilaporkan sendiri merupakan hasil yang paling sering diukur. Kesimpulan Untuk lebih memahami penerjemahan pengetahuan dalam rehabilitasi motorik untuk anak-anak dengan lumpuh otak dan gangguan koordinasi perkembangan, kita memerlukan pelaporan pengambilan keputusan yang lebih jelas dalam proses penerjemahan pengetahuan, penerapan teori yang lebih sistematis, desain studi jangka panjang, dan metode standar untuk keterlibatan pemangku kepentingan. Memperkuat relevansi praktis penerjemahan pengetahuan dalam rehabilitasi motorik pediatrik juga memerlukan pengakuan yang lebih besar terhadap perspektif dokter dan pengasuh serta keterlibatan aktif mereka dalam pengambilan keputusan. Perbaikan ini dapat mendukung penerapan praktik rehabilitasi motorik berbasis bukti yang lebih konsisten dan pada akhirnya meningkatkan hasil bagi anak-anak penderita Cerebral Palsy dan gangguan koordinasi perkembangan