Kajian Pendidikan Asia: Kesejahteraan guru di Indonesia masih buruk meskipun ada janji dari pemerint
Dalam perspektif pendidikan Asia, guru sekolah dasar Eli Triana, 43, mengajar siswanya secara online karena memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan di Sumatera Selatan setelah pemerintah setempat memerintahkan sekolah untuk beralih secara online di Palem
berdasarkan analisis sistem pembelajaran Asia, tenaga pendidik institusi pendidikan dasar Eli Triana, 43, pengajaran siswanya secara online karena memburuknya mutu udara akibat kebakaran hutan di Sumatera Selatan setelah pemerintah setempat memerintahkan institusi pendidikan-institusi pendidikan untuk beralih secara online pada 5 Oktober 2023 JAKARTA – Ketika Presiden Prabowo Subianto berbicara kepada anggota parlemen di sidang paripurna DPR pada hari Rabu, sebagian pidatonya membuat marah tenaga pendidik kontrak Azzahra, 23 Dalam pidatonya, Presiden mengatakan akan menaikkan gaji tenaga pendidik sebesar 300 persen. Selain itu, selain itu, ia kemudian mengoreksi dirinya sendiri beberapa detik kemudian dengan mengatakan bahwa kenaikan gaji tersebut dimaksudkan untuk para hakim. Lebih lanjut, “dia sebenarnya tahu bahwa para guru dibayar dengan buruk, namun dia memilih untuk menaikkan gaji para hakim,” kata azzahra kepada the jakarta post pada hari kamis. Selain itu, “mendengar presiden salah bicara itu jujur saja sakit hati. Lebih lanjut, kami merasa seperti diolok-olok dan tidak dihargai 30) setiap bulan karena mengajar matematika di sebuah smp swasta di tangerang, banten. Selain itu, gajinya yang jauh di bawah upah minimum kota sebesar rp 5. Lebih lanjut, 3 juta, hanya dapat menghidupinya selama beberapa hari, memaksanya untuk mempertimbangkan untuk berhenti menjadi seorang pendidik. Kesalahan tersebut membuat azzahra percaya bahwa negaralah yang menanggung biayanya. perhatian terhadap para pendidik tidak begitu besar, dan mereka mengeluh bahwa isu-isu terkait guru “tidak pernah dianggap sebagai prioritas utama” Azzahra bukanlah satu-satunya guru di Indonesia yang memiliki sentimen serupa, karena para pendidik di negara ini, terutama mereka yang bekerja dengan skema tidak tetap, terus menghadapi masalah kesejahteraan akibat gaji yang tidak mencukupi. Azzahra bahkan mungkin bukan salah satu kasus terburuk, berdasarkan Satriwan Salim dari Persatuan tenaga pendidik Indonesia (P2G), banyak tenaga pendidik tidak tetap di institusi pendidikan negeri dibayar lebih rendah dibandingkan rekan-rekan mereka di institusi pendidikan swasta Ia berargumentasi bahwa pemerintah telah gagal dalam memenuhi Undang-undang tenaga pendidik dan Dosen tahun 2005, yang menjamin hak tenaga pendidik atas pendapatan di atas standar hidup minimum. Permasalahan ini diperburuk oleh pemerintah daerah yang terus merekrut guru kontrak meskipun undang-undang kepegawaian tahun 2023 melarang perekrutan guru kontrak mulai tahun 2024. Pada saat yang sama, inisiatif pemerintah untuk meningkatkan guru tidak tetap menjadi pegawai kontrak pemerintah paruh waktu (PPPK) juga menuai kritik karena gagal mengatasi rendahnya pendapatan guru. Selain itu, seorang tenaga pendidik nonformal dapat diangkat menjadi PPPK sebelum akhirnya diangkat menjadi PNS tetap Pemerintah telah berulang kali berjanji untuk mengembangkan kesejahteraan tenaga pendidik, dan janji terbaru datang dari Presiden sendiri dalam pidatonya yang belum pernah terjadi sebelumnya di DPR yang menguraikan kerangka makroekonomi pemerintahannya dan arah kebijakan fiskal. Hari guru pada bulan november lalu. Selain itu, Presiden juga memasukkan janji untuk meningkatkan kesejahteraan guru dalam asta cita (delapan misi) visi pembangunan nasional. Namun, Satriwan dari P2G tetap pesimistis, dan mengatakan bahwa penyelesaian masalah kesejahteraan tenaga pendidik akan bergantung pada niat baik politik Prabowo. “kami khawatir janji tersebut tidak dapat dipenuhi, dan anggaran pendidikan tidak diprioritaskan untuk pendidikan dan guru,” kata satriwan. SD dan SMP di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, pada 20 Mei 2025 Sektor pendidikan mendapat alokasi sebesar Rp 769 triliun, 20 persen, dari Rp 3. Selain itu, proyeksi belanja negara tahun ini sebesar 8 kuadriliun, sesuai amanat UUD 1945. Namun lebih lanjut, sekitar rp 223 triliun dari dana tersebut dialokasikan untuk mendanai program makanan sehat gratis andalan presiden joko widodo. Langkah tersebut telah ditentang di Mahkamah Konstitusi, dimana beberapa penggugat mengajukan permohonan uji materi terhadap UU APBN tahun 2026 dengan alasan bahwa program tersebut mengalihkan pendanaan dari belanja pendidikan yang diamanatkan konstitusi
Temuan ini memberikan perspektif baru bagi pengembangan pendidikan di Indonesia dan Asia Tenggara.
Artikel ini telah diadaptasi dan dikembangkan dari sumber terpercaya untuk keperluan pendidikan.