Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menguji pengaruh pembersihan dan pendinginan terhadap kinerja sistem fotovoltaik (PV) untuk menentukan parameter optimal terutama orientasi dan sudut kemiringan di lingkungan berdebu di wilayah UEA. Nantinya, mengintegrasikan IoT dengan orientasi dan sudut kemiringan yang optimal dianggap dapat meningkatkan kinerja sistem PV. Untuk mencapai tujuan ini, sebuah instalasi eksperimental dengan panel PV dilengkapi dengan dan tanpa unit pembersih dan pendingin dibangun. Panel PV dikonfigurasi dengan tiga orientasi terbaik (180° selatan, 210°, dan 240° barat daya) dan sudut kemiringan yang biasanya digunakan di wilayah UEA (25°, 27°, dan 30°), serta tiga tingkat debu (20, 25, dan 30 g), untuk menentukan konfigurasi optimal untuk wilayah tersebut. Pada langkah berikutnya, IoT diimplementasikan dalam konfigurasi optimal, berdasarkan perbaikan pada langkah sebelumnya, untuk lebih meningkatkan efisiensi sistem PV. Panel PV dengan orientasi 210° barat daya dan sudut kemiringan 27° memiliki kinerja lebih baik, dengan peningkatan efisiensi sebesar 12,54% dibandingkan konfigurasi lainnya. Integrasi IoT ke dalam konfigurasi panel PV yang optimal meningkatkan efisiensi sebesar 3,71%. Selain itu, sistem berkemampuan IoT mengurangi waktu pengoperasian keseluruhan sebesar 120 detik dan meningkatkan produksi energi sebesar 4%. Sistem PV dengan IoT mencapai kinerja terbaik, sehingga menghasilkan konsumsi energi 35% lebih rendah dibandingkan sistem PV tanpa IoT. Singkatnya, hasil studi eksperimental ini akan memberikan wawasan berharga bagi para peneliti yang bekerja di bidang energi surya di UEA